Selasa, 28 November 2017

Jalin Sinergitas, PPATK Sosialisasi Ke Seluruh Jajaran Polres Guna Penanganan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)

Berbagai macam modus kejahatan dalam Tindak Pidana Pencucian Uang ( TPPU ) yang dilakukan para pelaku untuk menghindari dari jeratan hukum dewasa ini sangat dikhawatirkan oleh Pemerintah Pusat maupun Daerah.

Para pelaku TPPU ini sangat merugikan Negara, sehingga dapat menghambat perkembangan negara yang dewasa ini di gelorakan oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo untuk membuat pemerintahan yang Bersih.

Untuk mendukung program pemerintah secara utuh, Pusat Pelaporan dan Analis Transaksi Keuangan ( PPATK ) melakukan sosialisasi kepada seluruh Personil Satuan Reserse Kriminal ( Sat Reskrim ) baik Polres Tanjungpinang maupun jajaran di ruangan Rupatama, selasa (28/11) pagi.

Wakapolres Tanjungpinang Kompol Andy Rahmansyah, SIK dalam sambutannya mengatakan, Polres Tanjungpinang khususnya para Personil Reskrim sangat mengapresiasi akan sosialisasi yang dilakukan oleh PPATK, dengan adanya sosialisasi ini, akan menimbulkan sinergitas antara Kepolisian dengan PPATK.

Sehingga dalam penanganan TPPU dapat berjalan secara maksimal, karena adanya sinergitas yang dijalin dalam pemberantasan para pelaku TPPU, sehingga para pelaku tidak bisa menghindar terhadap berbagai macam modus yang dilakukan para pelaku.

Dalam sosialisasi yang disampaikan Ketua TIM PPATK Kombes Pol Rachmawati, penyidik kepolisian bisa melakukan penyelidikan aliran dana yang dilakukan para pelaku TPPU apabila masuk dalam pidana pokok, tidak hanya itu saja, recycling juga dapat dilakukan terhadap transaksi apa saja yang dilakukan oleh para pelaku TPPU.

Para pelaku TPPU tidak hanya dilakukan oleh para Koruptor saja, pelaku tindak pidana Narkoba juga kerap kali melakukan TPPU,dengan berbagai modus yang mereka lakukan.

Semoga dengan sosialisasi ini sinergitas yang terjalin antara PPATK dan Kepolisian khususnya penyidik dapat memberantas secara maksimal dan ke akar-akarnya para pelaku TPPU, pungkasnya.(*)


Minggu, 26 November 2017

Kejuaraan Kepri Trophy Offroad Seri 3 Digelar Sekaligus Ditutup, Ini Ulasannya..

Tanjungpinang-Kejuaraan Kepri Trophy Offroad 2017 seri Ke III yang digelar oleh Polda Kepri dari tanggal 24 – 26 November diikuti oleh 107 peserta yang merebutkan piala Gubernur dan uang tunai senilai Rp 50 juta.
Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Sam Budigusdian, MH selaku pembina Kepri Trophy Offroad 2017 mengatakan, gelaran seri ke III ini merupakan seri terakhir di 2017 sebagai penentu bagi seluruh peserta yang memiliki poin tertinggi dari seri I, Seri II dan seri III untuk memperebutkan juara umum. ‎
Kejuaraan ini diikuti oleh 107, kalau didalam mobil ada 2 orang kita jumlahkan saja, selain itu juga kita mendukung juga pariwisata Visit Kepri, Tanjungpinang dan Bintan” ujar Kapolda saat ditemui di Sirkuit ‎Tanah Melayu Jalan DI Panjaitan‎ KM 8 Kota Tanjungpinang, sabtu (25/11) siang.
Jika dilihat dari jumlah peserta yang mengikuti kegiatan seri ke III ini merupakan seri yang paling banyak pesertanya. Antusiasme masyarakat di Tanjungpinang sangat bagus, sehingga sampai dua kali even ini dilaksanakan, para peserta terdiri dari Batam, Tanjungpinang, Bintan dan Lingga.
Sehingga kedepannya, mereka sepakat baik dengan sponsor akan siap menggelar kembali dan mereka siap menjadi sponsor lagi, ini juga dibantu dari anggaran Pemerintah Provinsi Kepri dan Walikota.
“Polda hanya membina dan menyusun kepanitian supaya berjalan sesuai sebagaimana mestinya dan para perserta bisa menikmatinya, ucap Kapolda.
Tiga hal yang kita gelar hari ini adalah Country Road (CR), Speed dan Extreme. Selain itu dengan diselenggarakannya even ini, maka dapat membantu  divisi pari‎wisata di Kepri. Informasi tahun kedepannya Gubernur Kepri  pada saat seri II akan membuat  sirkuit permanen di Dompak yang lebih dominan.
Hal senada yang disampaikan oleh Direktur Narkoba Polda Kepri Kombes Pol Helmi Santika S.H, S.I.K, Msi selaku Ketua Kordinator mengatakan even ini merupakan kegiatan terakhir dari seri pertama dan kedua yang sudah dilaksanakan ‎terdahulu di Batam maupun Bintan dan Tanjungpinang. Seri III ini penutup di 2017 dan dari peserta yang ikut paling banyak dan paling meriah, terangnya.
Kendati dalam kejuaraan tadi terjadi insiden kecil dari salah satu Navigator Offroader yang sempat pingsan dikarenakan mempunyai riwayat penyakit teroid, yang seharusnya wajib memakan obat 2 butir disiang ini tapi tidak memakan nya, akhirnya panitia yang sudah menyiapkan tim medis langsung membawa navigator ke Rumah Sakit untuk dilakukan pemeriksaan, jelasnya.
“Harapan kedepan peserta yang mengikuti event seperti  tidak hanya dikepri saja melainkan saudara-saudara  kita offroader dari daerah lain dan luar negeri bisa mengikuti, kita berterima kasih juga kepada sponsor yang sudah mensupport kami,”katanya.
Helmi mengungkapkan sampai saat ini belum ada peserta-peserta yang berasal dari luar Provinsi Kepri maupun Luar Negeri dikarenakan ‎mungkin ini terkait regulasi, makanya kalau dari hari kehari dan melaksanakan semakin lama semakin  bagus, ‎tidak menutup kemungkinan perserta dari luar negeri juga  bisa mengikuti.
“Untuk sirkuit sendiri menurut master trek sudah memenuhi standar, baik ini standar dari IOM maupun standar dari yang membuat ini pembalab nasional Pak Loekito selaku juri juga,  makanya kami berharap kegiatan ini bisa berlanjut, terutama   harapannya kepada sponsor bisa turut berpartisipasi mari kita doakan sponsor ini bisa berkembang dan tidak hanya menjadi sponsor utama bahkan bisa menjadi sponsor tunggal.” harapnya.
Sementara itu, Humas S Super Agnes Tambunan selaku sponsor utama mengatakan total hadiah senilai Rp 50 juta dan pihaknya  tetap sebagai sponsor utama. Untuk tahun depan pihaknya belum mengetahui, tetapi kami tetap komitmen untuk menjadi sponsor, doakan saja S Mild lebih maju dan berkembang, sehingga bisa menjadi sponsor tunggal, pungkasnya.(*)

Senin, 20 November 2017

Polri Inovatif : Polres Tanjungpinang Pertama Kali Ciptakan Social Media Database Intellegence

Tampaknya Polres Tanjungpinang di bawah kepemimpinan AKBP. Ardiyanto Tedjo Baskoro benar-benar menunjukan kemajuan yang signifikan. Selain banyak pengembangan sistem pelayanan masyarakat dan pembentukan pasukan blogger yang diberi julukan sebagai Cyber Troops Polres Tanjungpinang, Ardiyanto juga sedang menyiapkan system penunjang yang nantinya akan dipergunakan untuk memonitor setiap pergerakan dari pasukan cyber asuhan Polres Tanjungpinang.
Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro Bersama M. Khoirul Amin Saat Paparan System Informasi Tanjungpinang One Touch Di Depan Menteri Pan RB
Dalam sistem tersebut, semua aktivitas Cyber Troops dalam menjalankan misinya dapat termonitor, pergerakan penyebaran informasi melalui blog, facebook, twitter dan instagram dapat dilihat dengan detil.
Selain itu, sistem yang sedang dipersiapkan tersebut juga dapat berfungsi sebagai media intelejen. Akan ditampilkan semua artikel yang telah tersebar secara online dan dikelompokan berdasarkan anemo emosional.


Output data dari sistem itulah yang akan menjadi bahan strategi Cyber Troops Polres Tanjungpinang dalam menjalankan fungsinya. Melalui media apa, dengan materi counter yang seperti apa dan akan menggunakan teori yang mana. Sehingga kondisi emosional masyarakat dapat dikendalikan melalui dunia online.

Di lain tempat, Ketua Tim programmer sistem tersebut yang berasal dari Jawa Timur M. Khoirul Amin ,Dan Tim Kreasi Garuda tidak menjelaskan lebih jauh mengenai algoritma sistem yang sedang dia buat untuk Polres Tanjungpinang. Dia hanya menjelaskan bahwa sitem tersebut adalah kompas untuk Cyber Troops Polres Tanjungpinang dalam aktivitas counter opini dan penguasaan opini media nantinya. 
Didalam System tersebut juga dibuat Algorithma AI ( Artificial Intellegence ) atau  yang dikenal dengan Algoritma Kecerdasan Buatan sehingga diharapkan System tersebut benar benar bisa dimanfaatkan sebagai Media Intellegence Dalam mengawasi penyebaran berita berita HOAX , tutur  Tassaufi Ariefzani , salah satu tim programmer tersebut.

Sabtu, 18 November 2017

BIADAB!! Tak Hanya Menganiaya, KKB Juga Rampas Harta Dan Perkosa Kaum Wanita

Tembagapura - Warga lokal dan pendatang di Desa Banti Utikini dan Kimbeli, Mimika, Papua hidup dengan penuh tekanan dan ancaman dari kelompok kriminal bersenjata (KKB). Tidak hanya melakukan penganiayaan, KKB juga merampas harta warga hingga memperkosa kaum wanita.

Salah satu warga Desa Longsoran Utikini, Mustaqiem menceritakan bagaimana kejamnya kelompok kriminal bersenjata. Toni yang merupakan warga pendatang suku Buton dan ratusan warga lainnya kerap mendapat intimidasi hingga ancaman.

"Mereka melarang kami pergi atau keluar dari Kampung Longsoran Utikini dan Kimbeli, kami diancam akan ditembak atau dibunuh kalau keluar kampung," kata Mustaqiem kepada anggota tim evakuasi, Sabtu (18/11/2017).

Ada sekitar 50 orang anggota kelompok KKB pimpinan Guspi Waker yang menyandera warga. Mereka berjaga-jaga di Utikini Lama bagian atas yang merupakan satu-satunya akses keluar dari Kampung Lonsoran, Banti dan Kimbeli.

Sementara di Kampung Longsoran terdapat sekitar 350 orang warga baik lokal maupun pendatang. Para warga di sana rata-rata bekerja sebagai petani, pedagang di warung-warung hingga penambang liar.

"Mereka mendatangi rumah-rumah warga dan menyuruh kami keluar dan mereka menggeledah barang-barang kami," ujar Mustaqiem.

Kelompok KKB memaksa warga menyerahkan harta berharga milik mereka di bawah todongan senjata api. Jika tidak, KKB tidak segan-segan membunuh para warga.

"Mereka mengambil handphone, perhiasan--kalau ada--dan uang kami. Mereka akan menembak kalau ketahuan kami tidak menyerahkan barang kami," sambung Toni.

Menurut Mustaqiem, Guspi Waker telah melakukan penembakan terhadap anggota Brimob di Terminal Utikini pada tahun 2015. "Saya ditunjukkan foto, 'kami kenal tidak orang ini?', kalau saya bilang kenal maka saya ditembak, maka saya bilang tidak kenal, di belakang saya sudah ditodong laras panjang. Dia bilang itu anggota, sudah saya bunuh. Anggota Brimob mungkin," paparnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal (Pol) HM Tito Karnavian mengatakan kelompok kriminal bersenjata di Tembagapura, Papua sudah melakukan pelanggaran HAM berat. Untuk itu, Polri dan TNI akan terus mengejar KKB hingga tuntas.

"Kita akan kejar terus kemana pun mereka karena melakukan kejahatan termasuk memperkosa wanita. Penyanderaan dan pemerkosaan tersebut melanggar HAM (Hak Azasi Manusia) berat," tegas Kapolri Jenderal HM Tito Karnavian kepada detikcom, Jumat (17/11/2017).

Jumat (17/11) pagi lalu, tim operasi yang dipimpin oleh Asops Kapolri Irjen Pol Mochammad Iriawan, Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar dan Pangdam telah berhasil mengevakuasi 344 warga di Kampung Banti Utikini dan Kimbeli, Mimika Papua. Sementara masih ada ribuan warga di atas perbukitan yang belum dievakuasi. 

Panglima TNI "Pembebasan Warga Papua Berhasil Wujud Sinergitas Baik Antara POLRI Dan TNI"

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan keberhasilan membebaskan warga Kampung Kimberly, Banti, dan Utikini, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, dari isolasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Jumat (17/11/2017) merupakan wujud sinergitas yang baik antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
“Di Papua itu wujud kerja sama yang baik antara Polri dan TNI sesuai fungsi dan tugas masing-masing untuk memberikan rasa aman bagi warga. Kepolisian menjaga dan mengamankan warga, TNI bergerak senyap sejauh 4,5 kilometer kami tempuh, ada yang tiga hari, empat hari. Kami melakukan serangan di dua tempat, yakni markas mereka, ini dilakukan oleh Kopassus, Batalion 751 Raider, dan Taipur Kostrad,” kata Gatot seusai menyampaikan orasi ilmiah di Kampus Universitas Islam Bandung (Unisba), Jalan Tamansari, Kota Bandung, Sabtu (18/11).
Menurut Gatot, TNI dan Polri sudah bekerja sesuai fungsinya masing-masing sehingga mampu membebaskan warga yang disandera KKB. ‎Ia pun menegaskan tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi siapa saja yang ingin merusak kondusifitas Indonesia.
“Saya sampaikan bahwa tidak ada sejengkal tanah pun di Indonesia bahwa orang tidak merasa aman. Pasti TNI, Polri dan juga pemerintah hadir sesuai fungsinya masing-masing,” kata tegas Panglima TNI.
Jendral Gatot memaparkan, dalam‎ operasi penangkapan tersebut, kepolisian bertugas menyiagakan pengamanan di daerah pemukiman penduduk. Sementara TNI bergerak senyap dengan menempuh jarak 4,5 kilometer selama 4 hari menuju tempat penyanderaan.
Kemudian lanjut dia, pasukan gabungan yang terdiri dari Kopasus, Batalion 751 Rider serta Taipur Kostrad melakukan serangan di dua tempat yang merupakan markas KKB. Meski bersama-sama dengan masyarakat, KKB tersebut akhirnya terdesak dan berhasil ditangkap.
Setelah semuanya berhasil mereka terdadak karena mereka bersama-sama dengan masyarakat. Perintah saya yang utama adalah keselamatan sandera, maka dilakukan benar pada pagi hari‎,” paparnya.
‎Panglima melanjutkan, setelah berhasil menguasai pemukiman warga yang dijadikan tempat penyanderaan oleh KKB. Pihaknya pun memerintahkan aparat setempat untuk segera melakukan evakuasi terhadap warga yang disandera.
‎”Setelah dikuasai baru saya perintahkan Pangdam dengan pak Kapolda datang ke sana untuk melakukan evakuasi. Sebelum evakuasi saya perintahkan kiri kanan jalan harus aman. Ini semuanya saya yakin berkat mukjizat dari Allah SWT,” kata dia.
Menurutnya, tidak semua warga yang menjadi korban penyanderaan KKB‎ adalah orang asli kampung tersebut melainkan ada dari beberapa wilayah lain di Indonesia. Pihaknya pun akan memberikan pengawasan dan penjagaan ketat bagi warga yang memilih menetap dan bertahan.
“Yang bukan asli kampung situ ada warga dari Makassar dan segala macem‎, ada dari Timika juga dibawa, diungsikan, tapi yang kampung itu tetap dijaga agar jangan sampai diganggu,” kata dia.
Sementara terkait KKB yang berhasil meloloskan diri, Gatot menyatakan tetap berupaya melakukan pengejaran dan penangkapan. Di samping itu, Ia pun meminta agar pasukan yang bertugas lebih mengutamakan keselamatan warga‎ yang menjadi sandera.
Masih dilakukan pengejaran, tapi fokus saya kesampingkan semuanya karena yang paling penting adalah sandera harus selamat,” tandasnya.

KKB Timika Dipukul Mundur Brimob, 357 Warga Diselamatkan


Jayapura – KKB Timika dipukul diserang Brimob, sebanyak 357 warga dapat diselamatkan, hal ini disamopaikan oleh Juru Bicara Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)  Yason Sambon, Jumat kemarin (17/11).

Saat di konfirmasi melalui saluran telpon Yason Sambon mengatakan bahwa KKB dipukul mundur oleh Anggota Brimob yang datang dengan perlengkapan yang begitu lengkap.

“KKB mundur karena di kejar oleh Brimob dan kekuatan KKB tidak sebanding dengan mereka karena mereka memiliki semua kelengkapan dan senjata yang bagus,”ujar Yason.

Yason Sambon menambahkan bahwa pertempuran saat satuan Brimob melakukan penjemputan terjadi baku tembak yang mengakibatkan adanya korban dari KKB, namun ia belum mendapatkan data yang pasti, berapa jumlah yang terkena tembakan.

Lanjut Yason, KKB sudah mundur, Brimob dan TNI langsung menguasai wialyah Banti dan menyelamatkan warga masyarakat yang berada di Kimbeli.

Sampai saat ini pasukan KKB masih berada di wilayah Freeport, mereka masih berjaga-jaga bilamana ada serangan susulan dari Brimob maupun TNI, tutupnya.

Knpbtimikanews, 

Pistol Sisa Konflik Papua Diserahkan Ke Polisi


ACEH. Jumat (17/11/2017).  Sepucuk pistol rakitan jenis FN bersama magasin sisa masa konflik diserahkan oleh Bang Don (50) seorang warga di Desa Beurandang, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara kepada Satuan Reskrim, Polres Aceh Utara, Aceh.
Menurut pengakuannya pistol tersebut milik saudaranya kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), yang meninggal sewaktu konflik.
"Kita dapat informasi bahwa ada masyarakat yang menguasai, menyimpan, senjata api rakitan laras pendek jenis FN warna silver. Kita selidiki dan benar adanya," ujar Kasat Reskrim Polres Aceh Utara Iptu Resky Kholiddiansyah.
Dari hasil penyelidikan, senjata tersebut pernah digunakan untuk menembak hama babi di kebun milik Don dan tidak digunakan untuk melakukan kejahatan. Oleh karena itu Polisi menempuh cara persuasif.
Sebelum menyerahkan senjata tersebut, Don sempat merasa ragu dan takut akan diproses hukum. Namun setelah diyakinkan, ia pun berani dan sukarela untuk menyerahkan senjata tersebut.
"Dia bersedia menyerahkan senjata api tersebut kepada pihak kepolisian, dengan syarat bahwa dianya tidak diproses hukum. kata Bang Don, senjata api rakitan tersebut bukan miliknya, namun milik saudaranya anggota GAM yang meninggal saat Aceh masih konflik," tutur Iptu Resky.
Saat ini senjata rakitan jenis FN tersebut sudah diamankan di Mapolres Aceh Utara. Selain itu Polisi juga mengimbau jika masih ada warga yang memiliki dan menyimpan senjata api, agar segera menyerahkan ke pihak berwajib.
"Memiliki senjata api secara illegal itu tidak dibenarkan, makanya kami imbau jika masih ada masyarakat yang menyimpan atau memiliki senjata api, lebih baik diserahkan ke pihak berwajib," imbuh Kasat Reskrim Polres Aceh.

Operasi Gabungan Pembebasan Berhasil Digelar Oleh TNI Dan Polri


PAPUA. Jumat (17/11/2017). Operasi pembebasan warga yang disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua telah berhasil dilaksanakan. Operasi gabungan pembebasan digelar oleh TNI dan Polri. Aparat gabungan terdiri dari Polda Papua dan Kodam Cenderawasih.
Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, "Operasi pembebasan telah berhasil kami laksanakan dan para warga yang disandera berhasil kami bebaskan".
"Warga yang disandera sudah menunggu kami untuk bisa segera mengevakuasi mereka. Dikarenakan kondisi jalan rusak, maka kami akan bersama-sama berjalan kaki untuk evakuasi", ucap Irjen Pol Boy Rafli Amar didampingi Asops Kapolri Irjen Mochamad Iriawan dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen George Elnadus Supit di Desa Kimbeli, Jumat (17/11).
Irjen Boy Rafli memohon doa dari segenap masyarakat Indonesia agar proses pembebasan dan evakuasi dapat berjalan dengan lancar. "Ini semua demi warga yang disandera bisa kembali lagi ke kampungnya masing-masing dengan selamat", ujar Kapolda Papua.
Operasi pembebasan ini sebagai bentuk tanggung jawab negara terhadap warganya yang keselamatannya terancam. "Saya tegaskan, hari ini negara hadir apabila ada kelompok KKB yang mengancam kedaulatan Indonesia", tegas Pangdam Cendrawasih.

TNI POLRI Evakuasi Sandera KKB Papua Secara Bertahap

TIMIKA, PAPUA. Jumat (17/11/2017). Tim Satgas Terpadu berhasil mengevakuasi masyarakat yang terisolir di Kampung Kimbely, Distrik Tembagapura. Masyarakat dievakuasi dengan menggunakan bus.
Sekitar pukul 09.30 WIT, Satgas Terpadu yang dipimpin oleh Dansat Brimob Papua Kombes Pol. Mathius D. Fakhiri, S.I.K berhasil memukul mundur KKB serta mengambil alih kendali Kampung Kimbely. Selanjutnya pukul 11.00 WIT, Kapolda Papua Irjen Pol. Boy Rafli Amar, As Ops Kapolri Irjen Pol. Muhammad Irawan, dan Pangdam XVII/ Cenderawasih Mayor Jenderal TNI George E. Supit bersama beberapa personel berhasil masuk dan bertemu warga, selanjutnya dilakukan evakuasi ke Tembagapura.
Kabid Humas Polda Papua Kombe Pol. Drs. AM. Kamal, SH menjelaskan bahwa rombongan pertama sudah tiba di Tembagapura, selanjutnya masyarakat yang masih berada disana dilakukan evakuasi secara bertahap. Sementara itu, ada beberapa penduduk asli yang lahir di Kampung Kimbely tidak bersedia dibawa Mimika, akan tetapi mereka meminta perlindungan dari satgas terpadu sampai situasi kembali kondusif.
Sementara itu jumlah masyarakat yang berhsil dievakuasi sebanyak 344 orang. Dengan rincian dari Kampung Kimbely, laki-laki sebanyak 104 orang, perempuan sebanyak 32 orang, dan anak-anak sebanyak 14 orang. Sedangkan dari Kampung Longsoran, laki-laki sebanyak 153 orang, perempuan sebanyak 153 orang, dan anak-anak sebanyak 10 orang.

Anggota Satgas Terpadu TNI dan Polri Evakuasi Sandera KKB Papua


PAPUA. Jumat (17/11/2017). Anggota Satgas Terpadu TNI dan Polri mengevakuasi warga Papua yang disandera di desa Kampung Banti dan Kimbeli, Tembagapura. 
Wilayah Banti dan Kimbeli yang tadinya dikuasai oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB), kini sudah berhasil diambil alih oleh Satgas Terpadu TNI dan Polri. Satgas Terpadu berhasil mengevakuasi warga yang disandera oleh kelompok yang dipimpin oleh Ayub Waker tersebut.
Evakuasi warga yang disandera tersebut berlangsung sekitar pukul 09.30 WIT dan dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Brimob Polda Papua Kombes Pol Mathius D. Fakhiri.
Sebelumnya upaya evakuasi yang dilakukan oleh TNI dan Polri sempat mendapat perlawanan dari pihak KKB. Tapi akhirnya personel Satgas Terpadu TNI dan Polri berhasil menguasai wilayah yang diduduki KKB.
Sesaat setelah wilayah berhasil dikuasai oleh personel TNI dan Polri, rombongan Satgas Terpadu langsung menuju lokasi para sandera ditahan. Kemudian proses evakuasi dilakukan secara bertahap oleh Satgas Terpadu TNI dan Polri.
Warga yang berhasil dievakuasi sementara ditampung di Sport Hall, Tembagapura, sambil menunggu proses evakuasi yang berjalan secara bertahap. Menurut informasi, warga yang dievakuasi selanjutnya akan dibawa ke Timika.
Setelah warga sampai di Timika, Pemkab Mimika dengan TNI dan Polri telah menyediakan tiga tempat untuk warga yang dievakuasi.
Tempat yang telah disediakan untuk warga yang dievakuasi antara lain Gedung Tongkonan untuk warga dari Sulawesi Selatan, Gedung Eme Neme Yauware, dan Sekretariat Kerukunan Jawa Bersatu yang beralamat di Jalan Budi Utomo Ujung untuk warga asal Jawa.

Sejarah Singkat Kota Makkah Dari Jaman Nabi Ibrahim Sampai Suku Quraisy

Pada abad ke IX SM, Nabi Ibrahim  ‘alaihi shalatu wa salam  keluar dari kampung halamannya di Syam menuju tanah Hijaz, menuju suatu lemb...