Minggu, 17 Desember 2017

Pemerintah Indonesia : Kampus UIII Standart Internasional, Tahun Depan Siapkan 400 Miliar

JAKARTA - Pemerintah Indonesia akan kucurkan anggaran Rp 400 miliar untuk membangun Universitas Islam Internasional Indonesia pada 2018.
Komite Pembangunan UIII, yakni Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Jenderal Syafruddin menerangkan, dana pembangunan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2018.
"Rp 400 miliar untuk tahun depan. Pagu di Kementerian Agama karena akan dibangun secara bertahap," ujar Syafruddin di lokasi pembangunan UIII, Depok, Jawa Barat, Minggu (17/12/2017).
Lokasi pembangunan UIII merupakan lahan bekas pemancar RRI di Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kabupaten Depok. Dari luas lahan 143 hektar, UIII bakal dibangun di atas lahan 21 hektar. Sedangkan sisanya dijadikan kawasan hijau atau ruang terbuka hijau.
Komite Pembangunan UIII, Komaruddin Hidayat mengatakan, pembangunan UIII sudah memiliki Peraturan Presiden yang ditandatangani Presiden Joko Widodo.
"Terdapat tiga pilar di kampus ini, satu untuk kuliah, dua pusat riset, dan tiga kebudayaan," ujar Komaruddin.
UIII dikhususkan untuk program pendidikan magister dan program pendidikan doktoral.
"Untuk tahun pertama dua fakultas dulu. Kita harapkan akhir 2019 sudah dimulai," ujar Komaruddin.
Ditargetkan pada tahun 2018 pembangunan Gedung Rektorat, Apartemen Dosen, dan Apartemen Mahasiswa akan mulai dibangun.
"Kampus ini, standar internasional," ujar Komaruddin.

Selasa, 12 Desember 2017

Sekjen Laskar Bali Minta Maaf Pada Umat Muslim di Indonesia

Denpasar. Atas insiden pengadangan Ustaz Abdul Somad saat akan menggelar safari dakwah di Bali berkaitan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, Sekretaris Jenderal Laskar Bali, I Ketut Ismaya meminta maaf kepada umat Muslim di Indonesia.
Untuk menyatakan ketulusannya itu, Ismaya sempat sempat bersumpah melalui ritual Hindu menggunakan pejati. Ia bahkan mengaku tulus menyampaikan permohonan itu dan jika berbohong atau hanya sekadar kepura-puraan, Ismaya siap diazab oleh Tuhan Yang Maha Esa.
“Kami minta maaf kapada seluruh umat Muslim di Indonesia. Semoga apa yang saya sampaikan ini dapat diterima. Saya tidak sedang pencitraan. Kalau saya berpura-pura, saya siap diazab oleh Tuhan,” kata Ismaya saat memberi keterangan resmi di Denpasar, Senin petang (11/12/2017).
“Kepada para ulama, ustaz, kiai, sesepuh dan guru yang ada di seluruh Indonesia mohon dibukakan pintu hatinya, terimalah kami lagi, jangan caci lagi, karena ini kekhilafan. Kami juga minta maaf kepada umat Hindu. Gara-gara kami semua ini terjadi. Ini jadi pembelajaran bagi kami,” ucap Ismaya lagi.
Selain itu, Ismaya juga meminta maaf kepada Ustaz Abdul Somad atas perlakuannya selama di Bali. Ia juga meminta maaf kepada warga Riau yang tersinggung atas sikapnya tersebut.
“Saya minta kebijaksanaan, hati yang luar biasa dari Ustaz Somad untuk memaafkan kami apabila sambutan yang berikan tidak berkenan. Bukakanlah pintu hati buat kami Pak Ustaz. Jadikanlah ini pahala untuk Pak Ustaz untuk mencapai kesempurnaan. Semoga ridho Allah selalu menyertai Pak Ustaz,” pinta Ismaya.

Minggu, 10 Desember 2017

Polisi Inovatif : Sadar Lingkungan, Polisi Ini Gerakkan Warga Bersihkan Sampah

Screen-Shot-2017-12-11-at-1.14.57-PM

Screen-Shot-2017-12-11-at-1.14.53-PM-300x168

Polres Natuna-Pentingnya menjaga kebersihan serta menjaga keindahan lingkungan adalah suatu kewajiban bagi kita setiap orang agar kedepannya Indonesia ini bisa lebih bersih lagi dari sampah  sampah yang berserakan yang dapat menyebabkan banjir hingga menimbulkan wabah penyakit, khususnya Natuna ini juga agar bisa lebih bersih lagi dari sampah sampah yang dapat menimbulkan wabah penyakit karna kurangnya sadar diri membuang sampah pada tempatnya.
Hal tersebutlah yang telah dilakukan Briptu Mudyanto Bhabinkamtibmas Kel.Ranai Polsek Bunguran Timur bersama Komunitas anak muda Natuna (Komuna) ini ,  mereka bergotong royong bersama membuat dan  memasang tong sampah tersebut  yang akan dipasangkan di seketariat  Komuna dan di sekitaran Pantai Kencana Kelurahan Ranai Kec.Bunguran Timur. Minggu (10 /12/2017) Pukul  15.30 Wib.
Menurut Bhabinkamtibmas Ranai  Briptu Mudyanto  tersebut,kegiatan ini merupakan suatu terobosan dan kereatif bersama dengan anak anak muda Natuna sebagai bentuk upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan terlebih kesadaran tentang pentingnya budaya hidup bersih.
“Maksud dan tujuannya kegiatan ini di laksanakan agar membantu mengurangi sampah yang berserakan di seputaran pantai kencana ,selain itu ini juga untuk menjalin silahturahmi kita (Polri) dengan pemuda pemuda di Natuna ini” Ungkap Briptu Mudyanto
“Ada sebanyak 6 pasang Tong tong sampah berwarna cat biru telah kita pasang di sepanjang Pantai Kencana” tutup Briptu Mudyanto
Hal senada pun disampaikan oleh Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto.SIK bahwa Fenomena yang dilihat oleh Briptu Mudyanto diwilayah binaannya tersebut masih kurang sadarnya nya masayarakat akan kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah  pada tempatnya sehingga dapat menyebabkan banjir.
“Dengan adanya kerja sama  pembuatan tong sampah antara Bhabinkamtibmas dan Anak anak muda Natuna dapat mewujudkan pantai kencana terlihat lebih bersih sehingga terhindar dari penyakit yang di timbulkan oleh banyaknya sampah berserakan”Ujar AKBP Nugroho yang dilansir dari grup Whatsapp News Polres Natuna.
Dan terobosan kreatif serta inovatif bhabinkamtibmas ini bisa menjadi tauladan buat kita semua” harap Kapolres Natuna
“Terima kasih Bhayangkaraku, tetap semangat,semoga Tuhan YMK selalu memberikan rahmat dan Hidayahnya buat kita semua” tutup Kapolres.

Selasa, 28 November 2017

Jalin Sinergitas, PPATK Sosialisasi Ke Seluruh Jajaran Polres Guna Penanganan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)

Berbagai macam modus kejahatan dalam Tindak Pidana Pencucian Uang ( TPPU ) yang dilakukan para pelaku untuk menghindari dari jeratan hukum dewasa ini sangat dikhawatirkan oleh Pemerintah Pusat maupun Daerah.

Para pelaku TPPU ini sangat merugikan Negara, sehingga dapat menghambat perkembangan negara yang dewasa ini di gelorakan oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo untuk membuat pemerintahan yang Bersih.

Untuk mendukung program pemerintah secara utuh, Pusat Pelaporan dan Analis Transaksi Keuangan ( PPATK ) melakukan sosialisasi kepada seluruh Personil Satuan Reserse Kriminal ( Sat Reskrim ) baik Polres Tanjungpinang maupun jajaran di ruangan Rupatama, selasa (28/11) pagi.

Wakapolres Tanjungpinang Kompol Andy Rahmansyah, SIK dalam sambutannya mengatakan, Polres Tanjungpinang khususnya para Personil Reskrim sangat mengapresiasi akan sosialisasi yang dilakukan oleh PPATK, dengan adanya sosialisasi ini, akan menimbulkan sinergitas antara Kepolisian dengan PPATK.

Sehingga dalam penanganan TPPU dapat berjalan secara maksimal, karena adanya sinergitas yang dijalin dalam pemberantasan para pelaku TPPU, sehingga para pelaku tidak bisa menghindar terhadap berbagai macam modus yang dilakukan para pelaku.

Dalam sosialisasi yang disampaikan Ketua TIM PPATK Kombes Pol Rachmawati, penyidik kepolisian bisa melakukan penyelidikan aliran dana yang dilakukan para pelaku TPPU apabila masuk dalam pidana pokok, tidak hanya itu saja, recycling juga dapat dilakukan terhadap transaksi apa saja yang dilakukan oleh para pelaku TPPU.

Para pelaku TPPU tidak hanya dilakukan oleh para Koruptor saja, pelaku tindak pidana Narkoba juga kerap kali melakukan TPPU,dengan berbagai modus yang mereka lakukan.

Semoga dengan sosialisasi ini sinergitas yang terjalin antara PPATK dan Kepolisian khususnya penyidik dapat memberantas secara maksimal dan ke akar-akarnya para pelaku TPPU, pungkasnya.(*)


Minggu, 26 November 2017

Kejuaraan Kepri Trophy Offroad Seri 3 Digelar Sekaligus Ditutup, Ini Ulasannya..

Tanjungpinang-Kejuaraan Kepri Trophy Offroad 2017 seri Ke III yang digelar oleh Polda Kepri dari tanggal 24 – 26 November diikuti oleh 107 peserta yang merebutkan piala Gubernur dan uang tunai senilai Rp 50 juta.
Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Sam Budigusdian, MH selaku pembina Kepri Trophy Offroad 2017 mengatakan, gelaran seri ke III ini merupakan seri terakhir di 2017 sebagai penentu bagi seluruh peserta yang memiliki poin tertinggi dari seri I, Seri II dan seri III untuk memperebutkan juara umum. ‎
Kejuaraan ini diikuti oleh 107, kalau didalam mobil ada 2 orang kita jumlahkan saja, selain itu juga kita mendukung juga pariwisata Visit Kepri, Tanjungpinang dan Bintan” ujar Kapolda saat ditemui di Sirkuit ‎Tanah Melayu Jalan DI Panjaitan‎ KM 8 Kota Tanjungpinang, sabtu (25/11) siang.
Jika dilihat dari jumlah peserta yang mengikuti kegiatan seri ke III ini merupakan seri yang paling banyak pesertanya. Antusiasme masyarakat di Tanjungpinang sangat bagus, sehingga sampai dua kali even ini dilaksanakan, para peserta terdiri dari Batam, Tanjungpinang, Bintan dan Lingga.
Sehingga kedepannya, mereka sepakat baik dengan sponsor akan siap menggelar kembali dan mereka siap menjadi sponsor lagi, ini juga dibantu dari anggaran Pemerintah Provinsi Kepri dan Walikota.
“Polda hanya membina dan menyusun kepanitian supaya berjalan sesuai sebagaimana mestinya dan para perserta bisa menikmatinya, ucap Kapolda.
Tiga hal yang kita gelar hari ini adalah Country Road (CR), Speed dan Extreme. Selain itu dengan diselenggarakannya even ini, maka dapat membantu  divisi pari‎wisata di Kepri. Informasi tahun kedepannya Gubernur Kepri  pada saat seri II akan membuat  sirkuit permanen di Dompak yang lebih dominan.
Hal senada yang disampaikan oleh Direktur Narkoba Polda Kepri Kombes Pol Helmi Santika S.H, S.I.K, Msi selaku Ketua Kordinator mengatakan even ini merupakan kegiatan terakhir dari seri pertama dan kedua yang sudah dilaksanakan ‎terdahulu di Batam maupun Bintan dan Tanjungpinang. Seri III ini penutup di 2017 dan dari peserta yang ikut paling banyak dan paling meriah, terangnya.
Kendati dalam kejuaraan tadi terjadi insiden kecil dari salah satu Navigator Offroader yang sempat pingsan dikarenakan mempunyai riwayat penyakit teroid, yang seharusnya wajib memakan obat 2 butir disiang ini tapi tidak memakan nya, akhirnya panitia yang sudah menyiapkan tim medis langsung membawa navigator ke Rumah Sakit untuk dilakukan pemeriksaan, jelasnya.
“Harapan kedepan peserta yang mengikuti event seperti  tidak hanya dikepri saja melainkan saudara-saudara  kita offroader dari daerah lain dan luar negeri bisa mengikuti, kita berterima kasih juga kepada sponsor yang sudah mensupport kami,”katanya.
Helmi mengungkapkan sampai saat ini belum ada peserta-peserta yang berasal dari luar Provinsi Kepri maupun Luar Negeri dikarenakan ‎mungkin ini terkait regulasi, makanya kalau dari hari kehari dan melaksanakan semakin lama semakin  bagus, ‎tidak menutup kemungkinan perserta dari luar negeri juga  bisa mengikuti.
“Untuk sirkuit sendiri menurut master trek sudah memenuhi standar, baik ini standar dari IOM maupun standar dari yang membuat ini pembalab nasional Pak Loekito selaku juri juga,  makanya kami berharap kegiatan ini bisa berlanjut, terutama   harapannya kepada sponsor bisa turut berpartisipasi mari kita doakan sponsor ini bisa berkembang dan tidak hanya menjadi sponsor utama bahkan bisa menjadi sponsor tunggal.” harapnya.
Sementara itu, Humas S Super Agnes Tambunan selaku sponsor utama mengatakan total hadiah senilai Rp 50 juta dan pihaknya  tetap sebagai sponsor utama. Untuk tahun depan pihaknya belum mengetahui, tetapi kami tetap komitmen untuk menjadi sponsor, doakan saja S Mild lebih maju dan berkembang, sehingga bisa menjadi sponsor tunggal, pungkasnya.(*)

Senin, 20 November 2017

Polri Inovatif : Polres Tanjungpinang Pertama Kali Ciptakan Social Media Database Intellegence

Tampaknya Polres Tanjungpinang di bawah kepemimpinan AKBP. Ardiyanto Tedjo Baskoro benar-benar menunjukan kemajuan yang signifikan. Selain banyak pengembangan sistem pelayanan masyarakat dan pembentukan pasukan blogger yang diberi julukan sebagai Cyber Troops Polres Tanjungpinang, Ardiyanto juga sedang menyiapkan system penunjang yang nantinya akan dipergunakan untuk memonitor setiap pergerakan dari pasukan cyber asuhan Polres Tanjungpinang.
Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro Bersama M. Khoirul Amin Saat Paparan System Informasi Tanjungpinang One Touch Di Depan Menteri Pan RB
Dalam sistem tersebut, semua aktivitas Cyber Troops dalam menjalankan misinya dapat termonitor, pergerakan penyebaran informasi melalui blog, facebook, twitter dan instagram dapat dilihat dengan detil.
Selain itu, sistem yang sedang dipersiapkan tersebut juga dapat berfungsi sebagai media intelejen. Akan ditampilkan semua artikel yang telah tersebar secara online dan dikelompokan berdasarkan anemo emosional.


Output data dari sistem itulah yang akan menjadi bahan strategi Cyber Troops Polres Tanjungpinang dalam menjalankan fungsinya. Melalui media apa, dengan materi counter yang seperti apa dan akan menggunakan teori yang mana. Sehingga kondisi emosional masyarakat dapat dikendalikan melalui dunia online.

Di lain tempat, Ketua Tim programmer sistem tersebut yang berasal dari Jawa Timur M. Khoirul Amin ,Dan Tim Kreasi Garuda tidak menjelaskan lebih jauh mengenai algoritma sistem yang sedang dia buat untuk Polres Tanjungpinang. Dia hanya menjelaskan bahwa sitem tersebut adalah kompas untuk Cyber Troops Polres Tanjungpinang dalam aktivitas counter opini dan penguasaan opini media nantinya. 
Didalam System tersebut juga dibuat Algorithma AI ( Artificial Intellegence ) atau  yang dikenal dengan Algoritma Kecerdasan Buatan sehingga diharapkan System tersebut benar benar bisa dimanfaatkan sebagai Media Intellegence Dalam mengawasi penyebaran berita berita HOAX , tutur  Tassaufi Ariefzani , salah satu tim programmer tersebut.

Sabtu, 18 November 2017

BIADAB!! Tak Hanya Menganiaya, KKB Juga Rampas Harta Dan Perkosa Kaum Wanita

Tembagapura - Warga lokal dan pendatang di Desa Banti Utikini dan Kimbeli, Mimika, Papua hidup dengan penuh tekanan dan ancaman dari kelompok kriminal bersenjata (KKB). Tidak hanya melakukan penganiayaan, KKB juga merampas harta warga hingga memperkosa kaum wanita.

Salah satu warga Desa Longsoran Utikini, Mustaqiem menceritakan bagaimana kejamnya kelompok kriminal bersenjata. Toni yang merupakan warga pendatang suku Buton dan ratusan warga lainnya kerap mendapat intimidasi hingga ancaman.

"Mereka melarang kami pergi atau keluar dari Kampung Longsoran Utikini dan Kimbeli, kami diancam akan ditembak atau dibunuh kalau keluar kampung," kata Mustaqiem kepada anggota tim evakuasi, Sabtu (18/11/2017).

Ada sekitar 50 orang anggota kelompok KKB pimpinan Guspi Waker yang menyandera warga. Mereka berjaga-jaga di Utikini Lama bagian atas yang merupakan satu-satunya akses keluar dari Kampung Lonsoran, Banti dan Kimbeli.

Sementara di Kampung Longsoran terdapat sekitar 350 orang warga baik lokal maupun pendatang. Para warga di sana rata-rata bekerja sebagai petani, pedagang di warung-warung hingga penambang liar.

"Mereka mendatangi rumah-rumah warga dan menyuruh kami keluar dan mereka menggeledah barang-barang kami," ujar Mustaqiem.

Kelompok KKB memaksa warga menyerahkan harta berharga milik mereka di bawah todongan senjata api. Jika tidak, KKB tidak segan-segan membunuh para warga.

"Mereka mengambil handphone, perhiasan--kalau ada--dan uang kami. Mereka akan menembak kalau ketahuan kami tidak menyerahkan barang kami," sambung Toni.

Menurut Mustaqiem, Guspi Waker telah melakukan penembakan terhadap anggota Brimob di Terminal Utikini pada tahun 2015. "Saya ditunjukkan foto, 'kami kenal tidak orang ini?', kalau saya bilang kenal maka saya ditembak, maka saya bilang tidak kenal, di belakang saya sudah ditodong laras panjang. Dia bilang itu anggota, sudah saya bunuh. Anggota Brimob mungkin," paparnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal (Pol) HM Tito Karnavian mengatakan kelompok kriminal bersenjata di Tembagapura, Papua sudah melakukan pelanggaran HAM berat. Untuk itu, Polri dan TNI akan terus mengejar KKB hingga tuntas.

"Kita akan kejar terus kemana pun mereka karena melakukan kejahatan termasuk memperkosa wanita. Penyanderaan dan pemerkosaan tersebut melanggar HAM (Hak Azasi Manusia) berat," tegas Kapolri Jenderal HM Tito Karnavian kepada detikcom, Jumat (17/11/2017).

Jumat (17/11) pagi lalu, tim operasi yang dipimpin oleh Asops Kapolri Irjen Pol Mochammad Iriawan, Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar dan Pangdam telah berhasil mengevakuasi 344 warga di Kampung Banti Utikini dan Kimbeli, Mimika Papua. Sementara masih ada ribuan warga di atas perbukitan yang belum dievakuasi. 

Sejarah Singkat Kota Makkah Dari Jaman Nabi Ibrahim Sampai Suku Quraisy

Pada abad ke IX SM, Nabi Ibrahim  ‘alaihi shalatu wa salam  keluar dari kampung halamannya di Syam menuju tanah Hijaz, menuju suatu lemb...